Mohd Noor Shawal Mohd Noor Shawal Author
Title: 8 Nasihat Dari Pengalaman Hidup Kaum Salaf
Author: Mohd Noor Shawal
Rating 5 of 5 Des:
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اللهم صل على محمد وآل محمد السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Diriway...
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللهم صل على محمد وآل محمد
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullâh, bahawa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurun waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”

Hatim rahimahullâh menjawab: “(Saya telah mempelajari) lapan perkara:

Pertama : 

Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang memiliki kecintaan. Namun jika ia telah mencapai kuburnya maka kecintaannya akan berpisah dari nya. Maka saya pun menjadikan (amalan-amalan) kebaikanku sebagai kecintaanku agar ia sentiasa bersamaku di alam kubur.

Kedua :

Saya melihat kepada Firman Allah SWT,

“Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri daripada (keinginan) hawa nafsunya”
[An-Nazi'at : 40]

Maka saya pun bersungguh-sungguh menolak hawa nafsu dari diriku sehingga sentiasa tetap di atas ketaatan kepada Allah SWT.

Ketiga :

Saya melihat setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga bagi nya, pasti ia akan sentiasa menjaganya. Kemudian saya memperhatikan Firman (Allah) SWT,

“Apa yang ada disisi kamu akan lenyap dan apa yang ada disisi Allah akan kekal...”
[An-Nahl:96]

Maka setiap kali saya memiliki sesuatu yang berharga, pasti saya hadapkan kepada-Nya agar ia kekal untukku di sisi-Nya.

Keempat :

Saya melihat manusia kembali kepada harta, kedudukan dan kehormatan, sedangkan itu tidak (bererti) sedikit pun. Kemudian saya mengamati Firman (Allah) Ta’ala,

“...Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
[Al-Hujarat:13]

Maka saya pun beramal dengan ketakwaan agar saya menjadi mulia di sisi-Nya.

Kelima :

Saya melihat manusia saling mendengki (hasad). Lalu saya memperhatikan Firman (Allah) Ta’ala,

“...Kamilah yang menentukan segala keperluan hidup mereka (manusia) dalam kehidupan dunia...”
[Az-Zukhruf:32]

Maka saya pun meninggalkan hasad.

Keenam :

Saya melihat manusia saling bermusuhan. Kemudian saya mengamati Firman (Allah) Ta’ala,

“Sesungguhnya syaitan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, kerana sesungguhnya syaitan itu mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

[Faatir:6]

Maka saya pun meninggalkan permusuhan mereka dan saya jadikan syaitân sebagai musuh satu-satunya.


Ketujuh :

Saya melihat mereka menghinakan diri-diri mereka dalam mencari rezeki. Lalu saya mengamati Firman (Allah) Ta’ala,\

“Dan tidak ada suatu binatang melata (semua makhluk Allah yang bernyawa) pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
[Hud:6]

Maka saya pun menyibukkan diriku dengan apa-apa yang merupakan hak Allah terhadapku dan saya tinggalkan apa yang untukku di sisi-Nya.

Kelapan :

Saya melihat mereka bergantung (tawakal) pada perdagangan, usaha dan kesihatan badan, maka saya pun bertawakal hanya kepada Allah.

[Bahjatul Majalis Wa Anisul Muqim Wal Musafir Juz II hal 12-13]

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top